SAT RESKRIM POLRES INDRAMAYU LAKUKAN PENYELIDIKAN ATAS MENINGGALNYA 2 SANTRI DI KOLAM IKAN PONPES AL ZAYTUN

Polres Indramayu, 
ilustrasi (foto: kangaswad.wordpress.com)

Minggu (05/3/2017), Ponpes Mahad Al Zaytun mendadak dihebohkan dengan penemuan 2 santrinya yang ditemukan mengambang di kolam Ikan. 

Penemuan mayat santri tersebut pertama kali ditemukan oleh 3 santri kelas XII yang melihat bagian kepala korban yang mengambang pada pukul 15.00 Wib.

Melihat hal tersebut, 3 santri ini memberitahu Sdr. Giri (Guru MI), mendapati laporan dari para santri, Sdr. Giri, Ust. Budi dan Sdr. Edi (Security) langsung melakukan evakuasi korban dari dalam kolam ke ruang Perkhidmatan Kesehatan Al Zaitun untuk dilakukan pemeriksaan oleh  dr. Dhany Kadarisman.

Korban diketahui bernama Alfian Sidik bin Markoni (14), pelajar kelas VIII MTs Al Zaytun, alamat Kp. Telaga sari Kel. Talaga sari Kec. Cikupa Kab. Tangerang.

Mendapat laporan, Polres Indramayu dan Polsek Gantar melakukan cek TKP ke Kolam tempat penemuan Korban atas nama Alfian. Pada saat olah TKP, sekitar pukul 20.50 Wib, ditemukan 1 (satu) korban lagi dengan kondisi yang sama ditempat yang sama. Korban bernama Nur Cahyo Pangestu (14), pelajar kelas VIII MTs Al Zaytun, alamat Kp. Tipar Poncol Kel. Mekarsari Kec. Cimanggis Kab. Depok.

Oleh Sat Reskrim Polres Indramayu, kedua korban langsung diarahkan dan dibawa ke RS. Bhayangkara Losarang untuk dilakukan autopsy, akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan karena pihak keluarga tidak mengijinkan untuk dilakukan tindakan Autopsy.

Sehari sebelumnya, Sabtu (4/3/2017) sekitar pukul 14.00 wib korban An. Alfian dan para santri MTS Al Zaytun lainnya melaksanakan latihan pramuka digedung Ali Ponpes Mahad Al Zaytun, namun karena cuaca hujan para santri berinisiatif untuk pulang ke asrama Al Madani.

Sampai diasrama, korban dan 6 santri lainnya hanya menyimpan sepatu dan berangkat kembali kekolam ikan Al-Kautsar untuk berenang. Sekitar pukul 16.00 Wib, Khaerudin (security Al Zaytun) mengingatkan para santri dengan menggunakan peluit untuk tidak bermain di kolam ikan tersebut dan para santri pulang ke asrama.

Kapolsek Gantar IPTU Saefullah, SH membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan “kami sudah melakukan olah TKP dan sudah mengevakuasi korban, namun pada saat akan dilakukan autopsy, pihak keluarga tidak mengizinkan dan menghendaki jenazah korban disemayamkan dirumah duka”.   





Penulis : Zay³³
Sumber : Humas Polres Indramayu

No comments

Powered by Blogger.