Pengamanan Silahturami Ramadhan Menko Polhukam dan Kapolri di Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Indramayu

Polres Indramayu

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jendral Purn TNI Binsar Luhut Pangaribuan dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah di Desa Kedungwungu Kec.Krangkeng Kab.Indramayu.

Kegiatan Pengaman tersebut  dipimpin oleh Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistiyo B, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Waka Polres Imy Kompol Edwin Affandi, S.I.K., adapun personil yg dilibatkan 204 Personil Polsek jajaran dan Polres Indramayu, dan 104 personil Sat Brimobda Jabar.

Rombongan mengunakan helikopter dan turun di  Lapangan Sepak Bola Gelora Patra di komplek perumahan PT pertamina EP Mundu Kec.Kedokan Bunder Kab.Indramayu dan disambut oleh Kapolda Irjen Pol. Drs. Bambang Waskito, Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistyo B, SIk, SH,,MH dan Bupati Indramayu Hj.Anna Sophana, Ketua DPRD Kab.Indramayu, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, anggota DPR RI, para Danramil dan Kapolsek seKab.Indramayu, Kepala Dinas, Camat, serta semua kuwu sekab.Indramayu. 

Kepada Menko Polhukam dan Kapolri, Bupati Indramayu menyampaikan  Kab.Indramayu juga memiliki ”Perda Lahan Tanah Abadi“ yang isi didalamnya mengatur serta melindungi tanah produktif, untuk Pertanian maka tidak bisa dimanfaatkan peruntukannya kecuali hanya untuk pertanian. Untuk hasil gabah, Indramayu surplus

"Kabupaten Indramayu siap menerima dan mendukung bila Pemerintahan Joko Widodo akan membangun Pelabuhan Nusantara di wilayah Indramayu" ujar Bupati Indramayu mengakhiri sambutan, Jum’at (24/6/2016).

DR.AHMAD NAJIB MA Pengurus dan Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah, menjelaskan bahwa pelaku teroris yang terjadi di Sarinah Jakarta rumahnya bertetangga dengan Ponpes namun yang bersangkutan bukan santri dari Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah, karena  pelaku teroris tersebut sudah  keluar dari akidah Islam atau Jihat yang sebenarnya menurut Islam. Diakhir sambutannya   DR Ahmad Najib MA menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah ini sudah berdiri 50 tahun dan sangat pesat perkembanganya, setiap tahunnya jumlah santri semakin banyak dan meningkat terus tetapi bangunan gedungnya masih tetap tidak berubah.

KAPOLRI JENDERAL POLISI BADRODIN HAITI dalam sambutannya mengenai Idiologi, Kapolri mengingatkan tentang perbedaan idiologi,  yang tidak diperbolehkan yaitu memaksakan Idiologinya dan melakukan pemaksaan serta membuat kekacauan.

Kapolri juga mengingatkan masalah sosial - narkoba,  di Indonesia sekarang sudah hampir 5 ( Lima ) juta orang yang sudah terkena dampak akibat narkoba setiap hari 43 orang meninggal akibat dari narkoba, narkoba sudah masuk kesemua lini. 

"Kepada seluruh keluarga agar bisa ikut mencegah dan mengawasi putra putrinya" ajak Kapolri.

"Kepada masyarakat dan Bhabinkamtibmas untuk bisa bekerja sama dengan pemerintahan desa untuk ikut mengawasi keberadaan orang-orang baru dilingkungannya yang mempunyai tingkah laku yang mencurigakan segera laporkan" tegas Kapolri karena ancaman teroris masih perlu diwaspadai kita bersama.

MENKO POLHUKAM menyampaikan  dana Desa tahun 2016 ini sudah turun 1.200.000.000.- ( Satu Milyar Dua Ratus Ribu ) bahkan  tahun depan rencananya dana desa akan menjadi 1.700.000.000.- ( Satu Milyar Tujuh Ratus Ribu Rupiah ).  Dana ini harus benar-benar sampai ke Kuwu, untuk itu perlu para Kuwu mempunyai perencanaan  dalam menggunakan anggaran tersebut, maka adanya Bhabinkamtibmas itu sebagai pendamping kuwu dalam menggunakan anggaran Desa yang ada, pesan Menko Polhukam “Dana desa akan meningkat terus tiap tahunnya, buatlah perencanaan dan gunakanlah sesuai penggunaaannya". 

Sebelum meninggalkan Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah, rombongan sempat membezuk Pimpinan  KH.AFANDI yang sedang sakit.

"Alhamdullilah, kegiatan pengamanan berjalan dengan lancar dan situasi kondusif" ujar Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistiyo B, S.I.K., S.H., M.H.,




Penulis : Humas Polres Indramayu
Sumber : Humas Polres Indramayu
Powered by Blogger.