Upacara Hari Sumpah Pemuda Di Polres Indramayu

Bertempat di lapangan upacara Polres Indramayu pada hari rabu tanggal 28 Oktober 2015, Polres Indramayu melaksanakan upacara hari sumpah pemuda yang menjadi inspektur upacara adalah Waka Polres Indramayu KOMPOL TRY HANDAKO.W.P.S,ik kegiatan upacara tersebut diikuti oleh pejabat utama polres indramayu, personel Polres indramayu serta PNS Polri dilingkungan Polres indramayu, dalam kegiatan upacara tersebut yang menjadi perangkat upacara dari Polsek Jatibarang dengan perwira upacara adalah Kapolsek Jatibarang KOMPOL ASEP WAWAN.
    Dalam upacara tersebut inspektur upacara membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi dalam amatnya yang dibacakan oleh Inspektur upacara diawali dengan  kata mutiara yaitu

BERIKAN AKU 1000 ORANG TUA, NISCAYA AKAN KUCABUT SEMERU DARI AKARNYA. BERIKAN AKU 10 PEMUDA MAKA AKAN KU GUNCANG DUNIA"
-IR. SOEKARNO-

    Selanjutnya  dalam upacara hari sumpah pemuda tahun ini pemerintah mengambil tema “REVOLUSI MENTAL UNTUK KEBANGKITAN PEMUDA MENUJU AKSI "SATU UNTUK BUMI" , dalam sambutan tersebut ada beberapa hal yang disampaikan diantaranya pertama, hari ini kita disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola interaksi kemasyarakatan kita akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi.
pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas pengetahuan dan skill. namun, pada sisi yang lain membawa dampak negatif. informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik. lahir generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan pragmatik.
betapa sering, akhir-akhir ini kita disuguhkan kasus-kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan anak-anak muda kita. setelah ditelusuri, kasus-kasus tersebut bermula dari interaksi di sosial media. sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama. interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam. tidak mudah bagi orang tua, guru, lembaga pendidikan termasuk negara untuk dapat mengontrolnya.
di sinilah gerakan revolusi mental yang digagas oleh presiden republik indonesia joko widodo menemukan relevansinya. hanya dengan pembangunan karakter, kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi. melalui gerakan revolusi mental, kita berharap para pemuda indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat mereka, tanpa harus tergantung dari kehadiran orang tua maupun negara di sampingnya. sudah bukan eranya lagi pemuda diawasi, dikekang apalagi diintimidasi. saatnya kita memberikan pendampingan, fasilitasi dan motivasi kepada mereka untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
keprihatinan kedua adalah terkait fenomena pengelolaan sumber daya alam kita yang belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau sustainability development. sebagai negara tropis, indonesia menjadi tumpuan dunia untuk menjaga keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya. namun, hari ini justru kita menjadi negara yang menyumbang polusi terbesar di kawasan asia tenggara melalui kabut asap. kita sendiri sudah merasakan dampaknya cukup lama. dampak kesehatan adalah yang paling nyata. selanjutnya, dampak perekonomian akibat sistem transportasi yang tidak bisa berjalan dengan baik.
kita semua patut mengapresiasi dan meneladani langkah-langkah yang telah diambil oleh presiden RI joko widodo dalam menanggulangi musibah kabut asap, beliau memimpin langsung penanggulangan bencana kabut asap sampai turun sendiri ke titik api di sejumlah wilayah. sungguh, tindakan seorang pemimpin yang patut kita banggakan dan kita teladani. oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini, saya menggugah semangat kepeloporan pemuda untuk ambil bagian dalam penanggulangan musibah kabut asap khususnya dan juga gerakan menjaga keseimbangan iklim melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggungjawab dan berkelanjutan.
salah satu ikrar penting dalam sumpah pemuda 1928 adalah "satu tanah air, tanah air indonesia". poin ini memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah dan air sebagai bagian penting dari komponen bumi yang kita pijak ini demi keberlangsungan masa depan generasi penerus kita.
sebagai umat beragama, saya yakin semua agama mengajarkan hal yang sama tentang betapa pentingnya menjaga dan melestarikan bumi dengan menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya, hukum alam itu nyata, karena ia adalah sunnatullah (kehendak tuhan). bumi tidak akan pernah merusak dan menghancurkan dirinya sendiri. manusia lah pelakunya. bencana alam yang terjadi sebagian besar karena ulah tangan manusia. dalam agama islam disebutkan dalam al-qur’an surat ar ruum ayat 41: telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).
oleh karena itulah pada kesempatan ini, dengan tema sumpah pemuda satu untuk bumi saya mengajak pemuda indonesia menjadi khalifah fil ard (pemimpin bumi) yang baik, adil dan bertanggungjawab. hanya dengan menjaga dan merawatnya kita bisa menjaga keberlangsungan bumi hingga masa yang akan datang seiring dengan pembangunan peradaban kita.
  
    Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan tertib



Penulis: Humas Polres Indramayu
Sumber:Humas Polres Indramayu

No comments

Powered by Blogger.