Salah Seorang Pembegal Jurnalis Kompas TV Ternyata Wanita, Satu Tertangkap 3 Buron

Indramayu - Satu dari keempat pelaku begal dengan korban seorang jurnalis kompas TV, Ucup Supriyanto (34) warga Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu dibekuk jajaran Reskrim Polres Indramayu, Senin (19/10).

Pelaku tersebut berininsial Muj (21) warga Desa Kedungwungu Blok Karanganyar Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. Petugas pun mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Suzuki Satria FU dengan nomor polisi E 2258 TR warna hitam.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko melalui Kasat Reskrim AKP Niko N Adi Putra didampingi Kasubag Humas AKP Ramauli Tampubolon mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Desa Juntikedokan Kecamatan Juntinyuat pada Minggu (04/10) lalu. Korban dari arah Indramayu menuju Karangampel tiba-tiba disalip oleh sepeda motor yang dikemudikan seorang perempuan ABG, kemudian datang 2 orang berboncengan yang memepet korban dan mencabut kunci kontaknya.

“Karena ketakutan korban pun meninggalkan sepeda motornya dan pasrah menyerahkannya tanpa perlawanan. Lalu motor korban pun dibawa pelaku namun nahas bagi pelaku yang membawa motor korban menabrak penyebrang jalan, beruntungnya ada masyarakat yang mengetahuinya dan beramai-ramai menghakimi pelaku dan membawanya ke Mapolsek setempat” paparnya.

Selain itu, kata Wijonarko, pihaknya pun sedang mencari ketiga pelaku lainnnya yang masih buron. “Karena perbuatannya pelaku diancam pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara,” ucapnya.

Sementara itu, pelaku Muj menuturkan dirinya sudah 2 kali melancarkan aksinya yakni di Kecamatan Krangkeng dan Juntinyuat dan aksi yang kedua ini aksinya berhasil diketahui. “Kami ada 4 orang, korban kami pepet dan dicabut kuncinya serta menodongkan senjata tajam sehingga korban pasrah menyerahkan motornya,” ungkap Muj.

Masih dikatakannya, keempat pelaku mendapatkan masing-masing peran seperti peran pelaku perempuan untuk menyalip, pelaku lain memepet dan mengambil kunci kontak serta menodongkan senjata tajam.

“Kalau saya sebagai penerima kunci dan mengevakuasi hasil jarahan, saya melakukannya terpaksa karena kebutuhan ekonomi. Kami biasa melakukan aksi minimal 4 orang,” tandasnya. 


Penulis: Dwi ayu
Sumber: Cirebontrust
Powered by Blogger.