Lakukan Pemerasan, Sembilan Anggota Buser Gadungan Dibekuk

Indramayu - Jajaran Satreskrim Polres Indramayu berhasil mengamankan sembilan orang yang mengaku sebagai anggota Buru Sergap (Buser) Polda Jabar, lantaran melakukan aksi pemerasan hingga puluhan juta rupiah, Senin (19/10).

Sembilan anggota Buser gadungan itu, masing-masing HR, warga Kelurahan Pasirkerambi, Kecamatan Subang Kabupaten Subang, SR, warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, DL, warga Kelurahan/Kecamatan Sukamelang, Kabupaten Subang, OSS dan NG warga Desa/Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.

Kemudian Sury, warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Sur, warga Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, RA warga Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, serta AAS, warga Desa Cidadap, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko melalui Kasat Reskrim, AKP Niko N Adi Putra didampingi Kasubag Humas, AKP Ramauli Tampubolon mengatakan, para pelaku tersebut berhasil diamankan berkat laporan dari warga yang curiga dengan ulah para pelaku.

“Modus operandi para pelaku ini dengan melakukan penggerebekan penjual miras. Mereka kemudian membawa korban, setelah itu menodongkan pistol mainan sambil mengancam jika kasusnya (jual miras, red) tidak ingin sampai ke Polda, korban diminta membayar sejumlah uang,” kata Wijonarko.

Kapolres menuturkan, korban bernama Adi Nurhaedi, warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Korban merupakan penjual miras yang dilakukan secara sembunyi di rumahnya.

Dalam askinya, lanjut Wijonarko, anggota Buser gadungan itu bertindak layaknya petugas yang tengah melakukan penggerebekan.

“Para pelaku ini masuk ke rumah pelaku dan melakukan penggeledahan. Selanjutnya mereka membawa pelaku beserta barang bukti ke sebuah mobil, dengan alasan akan dibawa ke Polda. Di tengah jalan, pelaku menodongkan pistol mainan dan mengancam akan memasukan korban ke penjara bila tidak membayar uang sebesar Rp 25 juta,” katanya.

Karena takut, korban akhirnya menyerahkan uang kepada anggota Buser gadungan itu, agar tidak dibawa ke Polda. Namun, keluarga korban yang curiga melaporkan ke Polres Indramayu.  

Mendapat laporan itu, menurut Wijonarko, pihaknya langsung melakukan penyidikan. Saat itu, lanjut Wijonarko, para pelaku tengah berusaha melarikan diri menggunakan mobil menuju arah Subang. Namun pelarian anggota Buser gadungan itu, dapat dicegat polisi dan para pelaku pun berhasil diamankan.

Dari tangan para pelalu, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit mobil mini bus yang digunakan sebagai alat kejahatan, dua pucuk pistol mainan, tujuh unit HP, uang tunai sebanyak Rp 10 juta, lima ID Card, serta satu buah KTA wartawan.

Kini, lanjut Wijonarko, para pelaku di tahan di ruang tahanan Polres Indramayu, untuk pemeriksaan dan pengembangan kasus tersebut.

“Para tersangka ini kami jerat Pasal 388 Ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun,” pungkasnya.


Penulis: AGS
Sumber: Fajarnews
Powered by Blogger.