Kaporles: Pihak PLTU Harus Kerjasama Agar Sebab Kebakaran Cepat Terungkap

Indramayu - Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian (Puslabfor) bakal turun untuk menyelidiki penyebab kebakaran di bagian conveyor dan crusher di PLTU Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Kebakaran di tempat vital itu, harus diselidiki untuk mengetahui sebab-sebabnya supaya peristiwanya tidak terulang.

“Kita sudah koordinasi dengan Mabes Polri. Kita akan undang Puslabfor, untuk menyelidiki sebab-sebab kebakaran di PLTU,” kata Kapolres Indramayu, AKBP Wijanarko kepada galamedianews, usai menghadiri upacara HUT TNI di Indramayu yang dipusatkan di Desa/Kecamatan Cikedung, Senin (5/10/2015).

Selain dengan Mabes Polri, Polres Indramayu juga berkoordinasi dengan Mapolda Jawa Barat. Koordinasi ini, supaya bisa terungkap secara jelas penyebab kebakaran yang telah melukai sepuluh karyawannya akibat luka bakar terkena percikan api.

“Kita juga berkoordinasi dengan Mapolda Jabar. Karena ini industri vital, polisi wajib menurunkan tim forensik untuk mengetahui apa penyebabnya secara jelas,” ujarnya.

Kapolres Wijanarko meminta pihak PLTU Sumuradem bekerjasama dengan kepolisian. Dengan begitu, penyelidikan atas sebab-sebab kebakaran bisa lebih cepat teridentifikasi.

“Kita minta kerjasama dengan pengelola PLTU supaya penyelidikan bisa lancar dan cepat,” tegas Kapolres.

Seperti diketahui, salah satu dari enam unit conveyor dan crusher di PLTU Sumuradem terbakar pada Minggu (4/10/2015) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Sepuluh karyawan dari PLTU terluka bakar, akibat terkena percikan api dari batubara yang berjatuhan dari atas conveyor yang posisi terendahnya 5 meter dan tertinggi sekitar 80 meter.

Menurut Direktur Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Iwan Supangkat, kebakaran diduga akibat udara kering dan hembusan angin yang menyebabkan batubara yang berada di atas conveyor terbakar.

Akibat kebakaran tersebut, PLTU itu sampai harus shutdown (berhenti) memproduksi energi listrik selama dua puluh hari untuk perbaikan.


Penulis: Aen
Sumber: Galamedia

No comments

Powered by Blogger.