Ada Kejanggalan di Balik Tewasnya Ari Siswa SMPN 1 Anjatan Indramayu

Indramayu - Ari Prabowo siswa kelas VIII SMPN 1 Anjatan Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu meninggal mengenaskan di dalam kolam renang Planet Biru Anjatan kedalaman 2 meter, setelah mengikuti program ekstrakurikuler sekolah, Kamis (1/10) kemarin, mayat baru ditemukan Jumat (2/10) pagi di lokasi kolam renang.

Informasi yang dihimpun "FN", menyebutkan, Ari Prabowo sebelumnya sudah selesai mengikuti program ektrakurikuler renang, namun entah apa yang membuat ia kembali ke tempat renang tersebut, belum ditemukan penyebanya. Ari Prabowo ditemukan hari berikutnya di lokasi kegiatan sekolah yang sama.

"Kami mewakili keluarga masih mencari apa dan bagaimana Ari bisa kembali ke tempat renang dan meninggal di lokasi renang yang sama," ungkap Syaefudin, selaku pengasuh Rumah Yatim Darul Falah Anjatan, kepada "FN", di rumah duka.

Menurutnya, sosok putra asuhan Darul Falah itu, sebelumnya mengikuti MTQ tingkat Kecamatan Anjatan mewakili desa, terbilang sosok yang baik. Dia fasih membaca Al-Quran dan tidak pernah mengeluh maupun bercerita memiliki masalah dengan teman yang lain baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Sosok yang ditinggal oleh ibu kandungnya itu, kini diasuh oleh neneknya sementara ayahnya bekerja di Batam. Menurutnya kematian Ari memang agak aneh dan janggal, nyaris tidak percaya karena begitu cepat.

"Informasi terakhir, semua pihak, baik mewakili sekolah, petugas kolam renang Planet Biru, pihak keluarga dan kepolisian akan dikumpulkan di Kantor Desa Anjatan untuk menggali informasi penyebab kematian Ari Prabowo," tuturnya.

Ari Prabowo dimakamkan pada Jumat malam pukul 22.00 WIB, setelah sebelumnya dibawa ke RSUD Indramayu untuk dilakukan visum dan aoutopsi. Namun oleh orang tua Ari tidak diperkenankan diotopsi. Akhirnya jenazah dikembalikan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Anjatan, Yuyun Yuningsih ketika dikonfirmasi "FN", Minggu (4/10) membenarkan jika ada siswanya yang meninggal di kolam renang usai mengikuti program sekolah. Namun ia membantah jika pihak sekolah dipersalahkan akibat kelalaian dalam mengawasi anak didiknya karena lanjut Yuyun, Ari Prabowo ditemukan meninggal usai kegiatan sekolah digelar.

"Kejadiannya di luar kegiatan sekolah, menurut keterangan dari keluarganya dan polsek, Ari keluar rumah sore hari sekitar jam 5 sore. Jadi, di luar kegiatan sekolah kami, untuk lebih jelasnya silahkan ke Polsek Anjatan saja yang menangani langsung." ungkapnya melalui sambungan telepon.

Kapolsek Anjatan, AKP Nanang Supriyanto melalui Kanit Serse Aiptu Fachrudin kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya masih terus mendalami penyebab kematian Ari Prabowo, dengan modal visum dari RSUD Indramayu dan beberapa pihak yang sudah diinterogasi, pihaknya belum memberikan penjelasan penyebab kematian.

"Kami masih dalami perkara ini, semoga cepat ditemukan penyebab kematian," tuturnya.



Penulis: IEM
Sumber:Fajarnews

No comments

Powered by Blogger.