Palsukan Uang Dolar Amerika, Dua Warga Indramayu Dibekuk Polisi

Indramayu - Dua orang pelaku yang diketahui berinisial SK warga Desa Sukadadi Blok Waled Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu dan KH (59) warga Desa Pranggong Blok Waled Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu yang diduga sebagai pengedar uang palsu (Upal) di dua tempat yang berbeda, berhasil diringkus jajaran Reskrim Polres Indramayu, Rabu (23/09).

Kapolres Indramayu AKBP Wijonarko melalui Kasat Reskrim AKP Niko N Adi Putra didampingi Kasubag Humas AKP Ramauli Tampubolon membenarkan hal tersebut. Menurutnya, keberhasilan penangkapannya tersebut berawal dari laporan salah satu korban yang merupakan warga Desa Pranggong Blok Waled Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu.

“Korban melaporkan bahwa di Desa Pranggong Blok Waled Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu telah terjadi peredaran uang palsu yang dilakukan pelaku KH, yang pada awalnya KH membayar hutang kepada korban dengan sejumlah uang dolar Amerika sebanyak 10 lembar, namun ketika dicek uang dolar tersebut palsu oleh karena itu korban langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian,” paparnya.

Masih dikatakannya, selain pihaknya mengamankan pelaku KH, pihaknya pun mengamankan pelaku SK. Peredaran uang palsu tersebut terjadi di dua tempat yakni Desa Sukadadi Blok Waled Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu dan Desa Pranggong Blok Waled Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu.

“Pelaku SK melakukan tindak pidana penyimpangan mata uang atau mata uang kertas Negara palsu dengan cara menyimpan mata uang kertas dolar Amerika sebanyak 5 pecahan 100 dollar yang didapatkan dari Abdullah penduduk Bekasi dan pelaku KH melakukan tindak pidana penyimpangan mata uang atau mata uang kertas Negara palsu dan penipuan atau penggelapan, tersangka menyimpan mata uang kertas atau Negara palsu berupa uang dolar Amerika sebanyak 10 lembar,” ujarnya.

Dia menambahkan dari kedua pelaku, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 15 lembar uang kertas dollar Amerika, 40 koin emas dan 4 kuningan sari. “Kedua pelaku pun dijerat pasal 245 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.


Penulis: Dwi Ayu
Sumber: Indramayutrust

No comments

Powered by Blogger.