Water Cannon Polres Pun Dikerahkan Atasi Kekeringan di Indramayu

Mengantisipasi dampak kekeringan yang meluas, terutama untuk menyelamatkan areal pesawahan yang terancam mati, Pemkab Indramayu, Jumat (3/7) segera mengirimkan tujuh tanki air ke Desa Manggungan, Kecamatan Terisi, termasuk mobil penyemprot air milik Polres Indramayu.
          
Rencana kesiapan tersebut, terungkap ketika berlangsung rakor antisipasi dampak kekeringan yang digelar Kamis (2/7) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu yang dipimpin langsung oleh Dandim 0616 Indramayu.
          
Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Edi Kusdiana mengatakan, kekeringan di wilayah Kabupaten Indramayu, saat ini, mulai dirasakan oleh beberapa wilayah. Untuk areal pemukiman yang saat ini mulai rasakan dampak kekeringan adalah di Kecamatan Karangkeng, Karangampel, dan Cantigi. Sedangkan untuk areal pesawahan yang saat ini yang dinilai cukup kritis adalah daerah Desa Manggungan dan sekitarnya.
          
Menurut Edi, berdasarkan laporan dari Dinas Perrtanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu wilayah pertanian di Kecamatan Terisi dan seiktarnya merupakan daerah yang cukup parah. Untuk itu ,besok sebanyak 6 tanki akan dikirimkan yang diperuntukan bagi areal sawah. Sementara 1 tanki lagi secara bergiliran akan didistribusikan ke Krangkeng, Karangampel dan Cantigi.
          
“Jika petani di Desa Manggungan tidak diselematkan, maka dampaknya sangat berpengaruh bagi ketahanan pangan. Pasalnya areal sawah yang terancam kekeringan cukup luas. Wilayah itu tidak bisa terjangkau oleh aliran air dari Salamdarma,” kata Edi.
         
Dandim 0616 Indramayu Letkol Arh Zaenudin MH mengatakan, tangki yang akan digunakan untuk menyiram sawah tersebut  diambil dari instansi yang memiliki mobil tangka seperti, PDAM, BPBD, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Pemadam Kebakaran. Bahkan 1 unit mobil penyemprot air dari Polres Indramayu juga diperbantukan untuk menyiram sawah.
          
“Kalau memang ada bagian dari masyarakat yang ingin meminjamkan mobil tangki  kepada kami, maka kami akan sangat berterima kasih. Antisipasi kekeringan ini melibatkan berbagai pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat,”  ujar Dandim. Untuk memperlancar proses penyiraman sawah oleh mobil tankgi, apparat keamanan baik dari kepolisian mupun TNI akan mengawal kegiatan tersebut

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman menginstruksikan, pendistribusian air di wilayah Kabupaten Indramayu yang difokuskan pada daerah yang berpotensi terjadi gagal panen. Seperti lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Gabuswetan dan wilayah kecamatan lainnya yang masuk pada jangkauan Bendung Salam Dharma.

“Dari pengamatan yang saya lihat sepanjang jalan yang dilalui wilayah kekeringan di beberapa lokasi  masih dapat diantisipasi dengan mengoptimalkan saluran sekunder Kandanghaur,” kata Andi di sela kunjungan kerja di Desa Wanguk Kecamatan Anjatan, belum lama ini.


Penulis: -
Sumber:REPUBLIKA.CO.ID
Powered by Blogger.