Polres Indramayu Sikapi Serius Isu Peredaran Beras Sintetis

Kepolisian Resor Indramayu menyikapi serius isu upaya peredaran beras sintetis di Kabupaten Indramayu. Untuk itu, petugas gabungan dari Polsek Sliyeg, anggota Koramil, dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah pedagang beras di wilayah hukum Kecamatan Sliyeg, Jumat (22/5/2015).

Berdasarkan pantauan petugas gabungan, mereka tidak menemukan beras sintetis tersebut. "Namun, petugas terus memantau untuk mengantisipasi peredarannya," ucap Kapolres Indramayu melalui Kapolsek Sliyeg Sunardi.

Sunardi menjelaskan, pihaknya tidak menemukan beras sintetis di sejumlah pedagang. "Yang ada hanya beras yang biasa dikonsumsi masyarakat sehari-hari," tuturnya.

Meskipun demikian, dia mengimbau para pedagang agar mewaspadai dan menolak jika ada yang menawarkan beras yang memiliki ciri-ciri berwarna bening dan licin saat digenggam.

Sunardi yang memimpin langsung jalannya kegiatan meminta para pedagang beras dan masyarakat agar segera melapor polisi jika mengetahui adanya peredaran beras tersebut. "Segera laporkan kepada kami. Kami akan ke lokasi yang disebutkan untuk mengecek," ujarnya. 

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Indramayu baru berencana mengadakan sidak kepada pedagang pada Senin depan. "Sidak ke pasar-pasar rencananya Senin karena kita koordinasi dulu," ucapnya.

Namun, dia menyatakan akan melakukan sidak secara acak pada Senin mendatang. Disebutkan, ada 13 pasar tradisional di Kabupaten Indramayu.

Meskipun ramai diberitakan bahwa temuan beras sintetis di Bekasi berasal dari Kabupaten Indramayu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Indramayu Maman Kostaman berpandangan lain. "Barangkali ada yang mengatasnamakan dari Kabupaten Indramayu untuk mengangkat daya jual," ucapnya.

Pasalnya, kata Maman, Kabupaten Indramayu adalah lumbung padi nasional. Dia menyebutkan beras dari Indramayu didistribusikan ke Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan lain-lain. "Mereka kan dapat pasokan beras dari kita," ujarnya.

Akan tetapi, dia memastikan dirinya belum mendapat laporan berkaitan dengan adanya beras sintetis. Untuk mengantisipasi upaya peredaran, dirinya telah menginstruksikan 13 kepala pasar tradisional untuk memantau dan mewaspadai di masing-masing wilayah.



Penulis: Asep Budiman/A-89
Sumber:PRLM

No comments

Powered by Blogger.