Polres Indramayu Bekuk Begal Motor Mengaku Polisi

Indramayu - Komplotan begal yang mengaku anggota polisi dan membawa pistol, dua lelaki dibekuk polisi saat beraksi di Jalan Lingkar Lohbener, Kecamatan Lohbener, Indramayu, jabar, Jum’at (18/5).

FA alias Koko, 26 alamat Komplek Pertanian, Duren Sawit, Kecamatan Sunter, Jakarta dan KH alias Pece alias Cobra, 26 penduduk Desa Ujung Semi, Kecamatan kaliwedi, Kabupaten Cirebon kini meringkuk di ruang tahanan Mapolres Indramayu.

Polisi mengamankan mobil Toyota Avanza warna abu-abu nomor polisi R 8582 IB yang digunakan penjahat itu saat beraksi. Empat anggota komplotan begal lainnya hingga Jum’at (18/5) sore masih dalam pengejaran pihak berwajib.

Kamis (17/5) pukul 21:00 WIB 6 pria mengendarai Toyota Avanza R 8582 IB dari arah Cirebon menuju Jakarta melihat sepeda motor Suzuki Satria nomor polisi G 2967 LD yang dikemudikan Slamet Nurkholik Slamet warga Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara melaju di jalan lingkar Lohbener yang sepi.

Mobil pelaku memburu sepeda motor dan memintanya berhenti. Setelah motor berhenti, korban ditodong pistol oleh pelaku yang mengaku anggota polisi yang tengah merazia kendaraan bermotor.

Pelaku berpura-pura memeriksa surat-surat sepeda motor. Tak lama sepeda motor pelaku dibawa kabur dan korban dipaksa naik Toyota Avanza. Di jalan yang sepi dan gelap korban diturunkan.

Sadar dibegal Slamet Nurkholik melapor petugas dan langsung memburu pelaku. Di Jalur Pantura Desa Eretan lalu-lintas macet karena ada perbaikan jalan. Petugas melihat Toyota Avanza yang digunakan pelaku dan langsung membekuk 2 pria di dalamnya.

Kapolres Indramayu AKBP G. Pangarso Rahardjo Winarsadi melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi I Nyoman Dita didampingi Kanit 1 Inspektur Satu Asep Dedi membenarkan pihaknya mengamankan dua pria FA dan KA berikut barang bukti Toyota Avanza dan sepucuk pistol mainan. “Pelaku kami jerat dengan pasal 365 KHUPidana Jo 378 KUHP dan atau 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun. Sedangkan pasal 378 KUHP, 4 tahun dan 372 selama-lamanya 4 tahun. Kami juga sedang memburu pelaku lainnya,” katanya. (sumber)

1 comment:

  1. Tindak kriminal muncul dipicu kurangnya penerangan di jalan-jalan Indramayu. Padahal jalan tersebut merupakan akses-akses utama menuju kota indramayu. Mohon tindakan cepat dari kepolisian sebagai pengayom masyarakat

    ReplyDelete

Powered by Blogger.